Rabu, 19 Januari 2011

usus besar

 Sistem pencernaan menghancurkan makanan menjadi asam amino, glukosa, lemak, air, vitamin, dan mineral. Molekul-molekul zat ini masuk ke aliran darah dan dibawa oleh pembuluh vena porta hepatis ke hati, lalu dibawa oleh sistem sirkulasi ke seluruh sel tubuh sebagai makanannya.
            Bahan sisa yang tidak dicerna atau diserap dijadikan feses bersama dengan sel-sel lapisan saluran pencernaan yang mati, getah pencernaan yang telah terpakai, bakteri, dan air. Bahan buangan ini dilewatkan melalui sphincter menuju ke usus besar.
            Usus besar terdiri dari caecum, usus tebal (colon), dan poros usus (rectum). Caecum adalah kantung kecil, di ujungnya terdapat umbai kecil yang menggantung sepanjang ± 90 mm, dan disebut usus buntu (appendix). Usus buntu tidak jelas fungsinya pada tubuh manusia. Namun, pada beberapa mamalia pemakan rumput, usus buntu menunjukkan peranan yang cukup penting, sebab mengandung mikroorganisme untuk menghancurkan selulosa bahan tanaman berserat. Usus buntu manusia adalah ujung buntu tempat partikel makanan yang tidak dicerna sering tersangkut dan menyebabkan peradangan. Peradangan yang terjadi di usus buntu inilah yang kemudian dikenal dengan istilah penyakit usus buntu.
Usus besar terdiri dari tiga bagian: menaik, melintang, dan menurun. Fungsi utama usus besar adalah untuk mengabsorbsi air kembali dan untuk mengeluarkan mukus yang berfungsi untuk melumasi dan membantu mengeluarkan feses. Perjalanan melalui usus besar sangat lambat, kadang-kadang memakan waktu 24 jam. Feses berhenti di usus besar menurun dan poros usus (rectum), dan secara periodik dikeluarkan dari tubuh melalui anus. Di anus terdapat dua cincin sphincter yang menjaganya agar tetap tertutup.


Lebih lanjut tentang: Usus BESAR






Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan "kolon kanan", sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan "kolon kiri".





Secara makroskopis usus besar dapat dibagi menjadi enam bagian, yaitu sekum, kolon asenden, kolon transversus, kolon desenden, sigmoid, dan rektum. [3] Keenam bagian ini sulit dibedakan secara histologis.[4] Karakteristik utama pada sekum, kolon, dan rektum yaitu tidak membentuk vili seperti usus halus, memiliki kelenjar yang panjang dan berbentuk tubuli sederhana, tidak memiliki sel granuler asidofilik (sel Panneth), dan memiliki jumlah nodul limfatik yang banyak [4].
Gambaran histologis usus besar secara umum yaitu mengandung kripta Lieberkuhn yang lebih panjang dan lebih lurus pada tunika mukosa dibandingkan dengan usus halus. [5] Epitel usus besar berbentuk silinder dan mengandung jauh lebih banyak sel Goblet dibandingkan usus halus [5] Lamina propria usus besar terdiri atas jaringan ikat retikuler dan nodulus limfatikus.[5] Seperti pada usus halus, tunika muskularis mukosa pada usus besar terdiri atas lapisan sirkular sebelah dalam dan lapisan longitudinal sebelah luar. [5] Tunika mukosa terdiri atas jaringan ikat longgar, lemak, dan pleksus Meissner. Di sebelah luar tunika mukosa terdapat tunika muskularis eksterna dan tunika serosa [5]. Tunika serosa ini terdiri atas mesotelium dan jaringan ikat subserosa. [5]

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger